Jenis Transaksi
Jual Sewa Jual|Sewa
Jenis Properti
Propinsi
Kota
Kisaran Harga
s/d
Kantor IO

HORE Property News (020)
Prospek Properti di Tengah Ancaman Krisis Baru.

Kalau kita baca Koran beberapa hari ini, isinya akan banyak berkutat perihal bakal adanya ancaman krisis baru, Headline seperti Rupiah Tertekan, Saham Anjlok, SBI Rate naik, Inflasi tinggi, ekonomi Asia terancam dll, terus memborbardir kita.

Lalu bagaimana peluang properti di Indonesia, baik untuk invest, bisnis propertinya sendiri serta nasib pelaku2 yg berkecimpung di dalamnya. 

Kita yang di HORE sudah siap dengan kemungkinan2 yg bakal terjadi ke depan bahkan kemungkinan terburuk yg bisa terjadi yaitu "Property Bubble". Tetapi secara keseluruhan, analisa kami Properti di Indonesia masih sangat bagus.
[ lanjut ]

 
Ekonomi Lagi Lesu, Apartemen di Jakarta Masih Laris Manis
18 Jun 2015

Ekonomi Lagi Lesu, Apartemen di Jakarta Masih Laris Manis

 

Surabaya -Kondisi perekonomian Indonesia pada kuartal I-2015 mengalami perlambatan dan berdampak pada pertumbuhan pasar properti, maupun komoditas lainnya. Meski demikian, AKR Land Development menilai, tidak terpengaruh dengan kondisi tersebut. Bahkan, penjualan apartemennya mendapatkan respon positif dari konsumen di Surabaya maupun di Jakarta.

Bahkan, investor yang membeli apartemen yang dibangunnya di Surabaya, usianya sangat beragam antara 30-50 tahun. Mereka dari kalangan pebisnis dan sebagian profesional. Selain end user, mereka sudah terbiasa berinvestasi di bidang properti. 

 DP Rumah KPR Syariah Turun Jadi 15%, Permintaan Ba
18 Jun 2015

DP Rumah KPR Syariah Turun Jadi 15%, Permintaan Bakal Naik

 

Jakarta -Bank Indonesia (BI) akhirnya merivisi aturan Loan to Value (LTV) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan apartemen. Dengan adanya revisi tersebut, maka uang muka yang disetor konsumen bisa lebih ringan alias ada kelonggaran.

Loan To Value (LTV) untuk KPR maupun KPA konvensional dinaikkan 10%, sementara untuk syariah sebesar 5%. Artinya, DP KPR konvensional lebih ringan hanya 20% dari sebelumnya 30%, untuk syariah menjadi hanya 15%. Ketentuan ini akan berlaku Juni 2015.